Aku cantik, baik, banyak yang suka, kaya, pintar, S2
Sabtu, 17 Februari 2024
Selasa, 04 Agustus 2020
ketika ini diketik yang terlintas adalah sekitar lima, enam, tujuh, dan delapan tahun lalu saat semua nampak biasa saja, bertumbuh sewajarnya, menyapa selayaknya, yang tidak pernah tersangka bahwa lima, enam, tujuh, delapan tahun kemudian adalah seperti diri masing-masing saat ini.
boleh saja apabila kamu katakan bahwa aku masih tertinggal di tahun-tahun itu. boleh pula kamu bilang aku tertinggal. apa saja tapi bagiku aku menetap meski tetap bergerak, aku bergerak meski menetap.
masih dengan mimpi yang sama
masih dengan harapan yang sama
dengan melalui proses dan relalitas tanpa duga
baiklah, sekian terima kasih aja takut ngetik makin mbeleber.
Selasa, 24 April 2018
Suatu hari nanti
Entah senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu ataupun minggu
Aku akan datang
Membawa peti harta karun yang dulu kau bilang
Berbahagialah
Karena tidak ada alasan untuk gelisah
Jangan khawatir tidak akan ada lagi getir
Lalu tertawalah bersamaku merayakan perayaan yang patut dirasakan.
Entah senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu ataupun minggu
Aku akan datang
Membawa peti harta karun yang dulu kau bilang
Berbahagialah
Karena tidak ada alasan untuk gelisah
Jangan khawatir tidak akan ada lagi getir
Lalu tertawalah bersamaku merayakan perayaan yang patut dirasakan.
Senin, 16 April 2018
"Berhentilah berlari, kau butuh rebah sebagai penawar lelah
Berdiamlah sejenak, beri jeda untuk pijak
Tertawalah sambil kubuatkan teh dengan gula setengah.
Atau kau juga mau kue kukus yang ku racik khusus?
Baiklah,
Sekarang bangunlah
Ku bawakan sekantung udara segar kalau kalau kau tersengal
Pagi akan menghampiri
Siang akan menerjang
Senja akan menyeruak dengan keindahan
Dan malam, meski kelam jangan lupa kau isi dengan doa supaya tetap terang.
Berdiamlah sejenak, beri jeda untuk pijak
Tertawalah sambil kubuatkan teh dengan gula setengah.
Atau kau juga mau kue kukus yang ku racik khusus?
Baiklah,
Sekarang bangunlah
Ku bawakan sekantung udara segar kalau kalau kau tersengal
Pagi akan menghampiri
Siang akan menerjang
Senja akan menyeruak dengan keindahan
Dan malam, meski kelam jangan lupa kau isi dengan doa supaya tetap terang.
Jumat, 13 Oktober 2017
6.30
Jalan rapat Jakarta yang mampat
Tiba waktu untuk kau kembali dari rutinitas yang semu
"Jangan lupa shalat maghrib dulu", pesanku.
Entah terdengar atau tidak.
Tujuh empat lima,
Masih dengan roda-roda berirama
Ponsel pintar menjemukan itu cukup membantu menerabas sunyi dalam dingin mobil berwarna pasi
Inilah saatku mengurai "semoga kau berkirim kabar"
Satu, tiga, dan tiba menit kedua
Ah
Ya, kamu hadir dalam garis waktuku
"Aku mau pergi keluar negeri", katamu
"Dengan aku kan?", kau diam.
Pijar lampu-lampu jalanan masih kelabu
Aku menanti jawaban itu
Pukul sepuluh
Tiba kau dalam selimut maroon kesayangan ibu
Baiklah, aku tanyakan pada Tuhan pertanyaanku.
Tiba waktu untuk kau kembali dari rutinitas yang semu
"Jangan lupa shalat maghrib dulu", pesanku.
Entah terdengar atau tidak.
Tujuh empat lima,
Masih dengan roda-roda berirama
Ponsel pintar menjemukan itu cukup membantu menerabas sunyi dalam dingin mobil berwarna pasi
Inilah saatku mengurai "semoga kau berkirim kabar"
Satu, tiga, dan tiba menit kedua
Ah
Ya, kamu hadir dalam garis waktuku
"Aku mau pergi keluar negeri", katamu
"Dengan aku kan?", kau diam.
Pijar lampu-lampu jalanan masih kelabu
Aku menanti jawaban itu
Pukul sepuluh
Tiba kau dalam selimut maroon kesayangan ibu
Baiklah, aku tanyakan pada Tuhan pertanyaanku.
Kamis, 05 Oktober 2017
Pendar jingga yang tiba berbalik
Kembali
Menyadap pikir yang enggan minggir
Berdayu tiap meski terang biru, menyatru anak-anak air yang meruah bisu
Sajakku kali ini bukan pada kamu kembali
Hanya mencobakan angin kemarau yang mengeringkan peka
Bila nanti aku masih disini ingat-ingatlah bila aku berlari
Sayapku patah beribu masa, tapi aku punya kaki untuk banyak asa.
Aku berhenti, sudah ku jerang saja kala ini.
Kembali
Menyadap pikir yang enggan minggir
Berdayu tiap meski terang biru, menyatru anak-anak air yang meruah bisu
Sajakku kali ini bukan pada kamu kembali
Hanya mencobakan angin kemarau yang mengeringkan peka
Bila nanti aku masih disini ingat-ingatlah bila aku berlari
Sayapku patah beribu masa, tapi aku punya kaki untuk banyak asa.
Aku berhenti, sudah ku jerang saja kala ini.
Rabu, 13 September 2017
Persimpangan
Story...
Untuk kesekian waktu aku termangu
Membisu pada semu yang menjangkar rasa yang mekar.
Hanyut, mengapung, berserah pada arah yang terkadang membuat mata merah.
Lagi,
Berada di kota asing, persimpangan bising, sampai otak rasanya miring.
Aku menunggu, seorang menjemput dengan tawa nya tapi...
Aku sedang di kota asing, persimpangan bising, dan udara yang hanya bisa kumantrakan doa supaya tetap ku bernapas.
Empat,
Lama kala yang tak sengaja dibuatkan atau dibutakan?
Kamu dimana?
Sekarang aku takut, hatiku menciut.
Aku rindu bukan ingin bertemu, aku hanya ingin tahu, tentang liku dan lakumu.
Untuk kesekian waktu aku termangu
Membisu pada semu yang menjangkar rasa yang mekar.
Hanyut, mengapung, berserah pada arah yang terkadang membuat mata merah.
Lagi,
Berada di kota asing, persimpangan bising, sampai otak rasanya miring.
Aku menunggu, seorang menjemput dengan tawa nya tapi...
Aku sedang di kota asing, persimpangan bising, dan udara yang hanya bisa kumantrakan doa supaya tetap ku bernapas.
Empat,
Lama kala yang tak sengaja dibuatkan atau dibutakan?
Kamu dimana?
Sekarang aku takut, hatiku menciut.
Aku rindu bukan ingin bertemu, aku hanya ingin tahu, tentang liku dan lakumu.
Senin, 28 Agustus 2017
Sabtu, 08 Juli 2017
Derai-derai yang patah
Membungkam seribu enyah yang tak terbantah
Nyata kita dipertemukan, entah aku yang mengenalmu atau kau yang mengetahuiku.
Langit membumbung
Kapan kau kirimkan kabar?
Tak perlu berupa surat dengan jutaan kata menenangkan
Aku hanya ingin tau, bagaimana jalan di depan
Ketahuilah aku tak tau kau, pun sebaliknya
Namun aku mengenal dan mungkin bukan sebaliknya
Maaf aku hanya rindu,
Kemarin dan sekarang.
Membungkam seribu enyah yang tak terbantah
Nyata kita dipertemukan, entah aku yang mengenalmu atau kau yang mengetahuiku.
Langit membumbung
Kapan kau kirimkan kabar?
Tak perlu berupa surat dengan jutaan kata menenangkan
Aku hanya ingin tau, bagaimana jalan di depan
Ketahuilah aku tak tau kau, pun sebaliknya
Namun aku mengenal dan mungkin bukan sebaliknya
Maaf aku hanya rindu,
Kemarin dan sekarang.
Jumat, 09 Juni 2017
Sebelum mau nulis ini mau minta maaf dulu kepada seluruh pihak kepada langit dan bumi kepada semua yang sudah menyayangi dan mendoakan yang baik bagi saya.
Kali ini akan menuliskan suatu pengakuan, yap pengakuan.
Saya gatau mungkin ini picik sekali tapi saya rasa saya perlu mencatatnya sebagai pengingat dan kompas saya di masa depan.
Satu hari.. lalu tiba-tiba ini sudah bulan ke 8 atau 9 mungkin, entahlah.
Baru ini merasa hambar, mengambang dan sadar bahwa segala yang dilakukan bukan tanpa perasaan.
Yang dilakukan memang memiliki tujuan tapi bukan untuk diri sendiri, jujur saya susah mengungkapkan tapi saya harus mengakui tujuan saya adalah selesai.
Ya, selesai dan penguat saya adalah doa dari segala makhluk yang baik kepada saya.
Pendorong saya adalah Allah, Tuhan Yang Maha Menyelamatkan dan Menyayangi saya.
Entah, baru kali ini menyelesaikan hal besar tapi hambar, kopong. Kalau tahu bulat tengahnya bolong dan isinya angin menurut saya itu lebih baik karena masih ada gurih-gurih nya meskipun bercampur angin, kalau saya?
Ibarat saya membuat cake tart yang saya hias sedemikian rupa mungki bagi orang lain sudah sangat baik ataupun jika kurang bisa ditambah cokelat, krim atau bahan-bahan lainnya tetapi bagi saya mau seperti apapun bentuknya mau ditambah bahan apapun lagi rasanya untuk jiwa saya kosong. Ya, kosong.
Saya akui.
Saya pun tidak tahu kalau diibaratkan sebuah peta harta karun sekarang saya ada posisi mana yang jelas saya tahu bahwa saya sedang memegang kunci untuk membuka harta karun itu.
Saya ingin tau sungguh-sungguh ingin tau, tapi saya pun tau belum waktunya bagi saya untuk tau.
Husnudzon saja bismillah.
Untuk semua makhluk Allah yang baik kepada saya, bismillah semoga Allah senantiasa melindungi dan menentramkan kalian dimanapun kapanpun.
Kali ini akan menuliskan suatu pengakuan, yap pengakuan.
Saya gatau mungkin ini picik sekali tapi saya rasa saya perlu mencatatnya sebagai pengingat dan kompas saya di masa depan.
Satu hari.. lalu tiba-tiba ini sudah bulan ke 8 atau 9 mungkin, entahlah.
Baru ini merasa hambar, mengambang dan sadar bahwa segala yang dilakukan bukan tanpa perasaan.
Yang dilakukan memang memiliki tujuan tapi bukan untuk diri sendiri, jujur saya susah mengungkapkan tapi saya harus mengakui tujuan saya adalah selesai.
Ya, selesai dan penguat saya adalah doa dari segala makhluk yang baik kepada saya.
Pendorong saya adalah Allah, Tuhan Yang Maha Menyelamatkan dan Menyayangi saya.
Entah, baru kali ini menyelesaikan hal besar tapi hambar, kopong. Kalau tahu bulat tengahnya bolong dan isinya angin menurut saya itu lebih baik karena masih ada gurih-gurih nya meskipun bercampur angin, kalau saya?
Ibarat saya membuat cake tart yang saya hias sedemikian rupa mungki bagi orang lain sudah sangat baik ataupun jika kurang bisa ditambah cokelat, krim atau bahan-bahan lainnya tetapi bagi saya mau seperti apapun bentuknya mau ditambah bahan apapun lagi rasanya untuk jiwa saya kosong. Ya, kosong.
Saya akui.
Saya pun tidak tahu kalau diibaratkan sebuah peta harta karun sekarang saya ada posisi mana yang jelas saya tahu bahwa saya sedang memegang kunci untuk membuka harta karun itu.
Saya ingin tau sungguh-sungguh ingin tau, tapi saya pun tau belum waktunya bagi saya untuk tau.
Husnudzon saja bismillah.
Untuk semua makhluk Allah yang baik kepada saya, bismillah semoga Allah senantiasa melindungi dan menentramkan kalian dimanapun kapanpun.
Minggu, 14 Mei 2017
Sampai kini
Bukan sepi karena kita tak bersama
Tak bisa jika harus begini, terbawa meracau saat aku terbenam
Jika satu adalah hari yang bisa ku maknai maka izinkan aku menyampaikan sebuah luka menganga yang lama aku obati sendiri
Kesempatan bagiku bagi kamu atau kita sekali saja
Jika ada satu waktu aku harus menghabisi maka relakan sampai aku terbang pada bahana yang menyegar
Kalut,
Maaf aku tak bisa membiarkan kamu turut menganga
Tapi jika ada satu kesempatan untukmu maka jangan berubah hanya biarkan aku pergi meraba dan menerka lajur yang membentang.
Bukan sepi karena kita tak bersama
Tak bisa jika harus begini, terbawa meracau saat aku terbenam
Jika satu adalah hari yang bisa ku maknai maka izinkan aku menyampaikan sebuah luka menganga yang lama aku obati sendiri
Kesempatan bagiku bagi kamu atau kita sekali saja
Jika ada satu waktu aku harus menghabisi maka relakan sampai aku terbang pada bahana yang menyegar
Kalut,
Maaf aku tak bisa membiarkan kamu turut menganga
Tapi jika ada satu kesempatan untukmu maka jangan berubah hanya biarkan aku pergi meraba dan menerka lajur yang membentang.
Kamis, 13 April 2017
Saya ingin dengar cerita kamu
Tentang apa saja yang sudah kamu rasakan hari ini, kemarin, atau besok yang belum terjadi.
Saya ingin dengar cerita tentang dokumen kantor yang memaksa kamu terjaga hingga tengah malam di kantor,
Tentang kopi di atas gunung yang kamu nikmati sedaat setelah jauh menempuh perjalanan
Tentang suasana danau yang baru saja kamu kunjungi
Tentang lagu favoritmu yang ternyata juga lagu favoritku
Tentang inginmu untuk menetap sejenak di atas bukit
Tentang semua dan apa saja yang ada dalam dirimu.
Hanya bercerita, bertukar pikiran tanpa perlu membawa perasaan :)
Tentang apa saja yang sudah kamu rasakan hari ini, kemarin, atau besok yang belum terjadi.
Saya ingin dengar cerita tentang dokumen kantor yang memaksa kamu terjaga hingga tengah malam di kantor,
Tentang kopi di atas gunung yang kamu nikmati sedaat setelah jauh menempuh perjalanan
Tentang suasana danau yang baru saja kamu kunjungi
Tentang lagu favoritmu yang ternyata juga lagu favoritku
Tentang inginmu untuk menetap sejenak di atas bukit
Tentang semua dan apa saja yang ada dalam dirimu.
Hanya bercerita, bertukar pikiran tanpa perlu membawa perasaan :)
Jumat, 07 April 2017
Kota Raga
Halo Raga, bagaimana kabar sekarang?
Sore ini merupakan beberapa hari setelah hari bahagiamu.
Entahlah, aku tidak bisa menahan lagi.
Sore ini bersama awan putih dan tempat favorit aku mengingat tentang kotamu.
Entah bagaimana caranya semesta bisa mengenalkan aku yang jauh disini, aku belum pernah menetap tapi rasanya semua tertinggal disana.
Berlebihan ya? Haha bolehlah kalau memang iya tapi memang begitu aku di waktu ini
Kemarin aku sempat terpikir untuk lupa, terlupa, dan melupakan tapi sifat hati terbolak-balik, bukan?
Bagaimana kotamu dan bagaimana kamu?
Mungkin sesekali nanti kita bisa bertemu? Atau boleh jika kamu berkenan bertamu :)
Sore ini merupakan beberapa hari setelah hari bahagiamu.
Entahlah, aku tidak bisa menahan lagi.
Sore ini bersama awan putih dan tempat favorit aku mengingat tentang kotamu.
Entah bagaimana caranya semesta bisa mengenalkan aku yang jauh disini, aku belum pernah menetap tapi rasanya semua tertinggal disana.
Berlebihan ya? Haha bolehlah kalau memang iya tapi memang begitu aku di waktu ini
Kemarin aku sempat terpikir untuk lupa, terlupa, dan melupakan tapi sifat hati terbolak-balik, bukan?
Bagaimana kotamu dan bagaimana kamu?
Mungkin sesekali nanti kita bisa bertemu? Atau boleh jika kamu berkenan bertamu :)
Selasa, 04 April 2017
Ga bisa menahan untuk tidak mencurahkan berikut ini..
Hawwwww dipikir-pikir tahun 2008 sampe tahun ini berarti udah 9 tahun aja ya.
Gila rekor abis sepanjang hidup untuk melupakan orang yang bahkan aku ga pernah kenal, dia ga kenal aku.
Kalo dirasa-rasa lucu, seru, orang yang bahkan ga kamu kenal bisa bikin kamu berurai air mata, ketawa kemudian, pernah ngerasa geli sendiri di satu moment, bisa ngasih tau rasa ikhlas dan sabar.
Yaaapss dunno.. he never knew and me as well.
Rasa yang lucu waktu tau dia berasal dari galaksi yang kamu suka, begitupun hal-hal yang dia suka ternyata kamu juga suka. MasyaAllah, di titik itu aku merasa bahwa semesta merestui kita :")
Geli sendiri waktu liat kamu berubah-ubah warna rambut, bikin video klip aneh yang grupnya aja gatau gimana kabarnya sekarang -_-
It's okay
9 tahun yang ga pernah saling tahu tapi percayalah Allah ajarkan saya banyak hal lewat kamu.
Dan tahun ini 4 ke 4 yang ke 9 juga.
Yaaaa dunno have to say to you, el.
Big thx.
Hawwwww dipikir-pikir tahun 2008 sampe tahun ini berarti udah 9 tahun aja ya.
Gila rekor abis sepanjang hidup untuk melupakan orang yang bahkan aku ga pernah kenal, dia ga kenal aku.
Kalo dirasa-rasa lucu, seru, orang yang bahkan ga kamu kenal bisa bikin kamu berurai air mata, ketawa kemudian, pernah ngerasa geli sendiri di satu moment, bisa ngasih tau rasa ikhlas dan sabar.
Yaaapss dunno.. he never knew and me as well.
Rasa yang lucu waktu tau dia berasal dari galaksi yang kamu suka, begitupun hal-hal yang dia suka ternyata kamu juga suka. MasyaAllah, di titik itu aku merasa bahwa semesta merestui kita :")
Geli sendiri waktu liat kamu berubah-ubah warna rambut, bikin video klip aneh yang grupnya aja gatau gimana kabarnya sekarang -_-
It's okay
9 tahun yang ga pernah saling tahu tapi percayalah Allah ajarkan saya banyak hal lewat kamu.
Dan tahun ini 4 ke 4 yang ke 9 juga.
Yaaaa dunno have to say to you, el.
Big thx.
Selasa, 07 Maret 2017
Lempar Kerakal Segera Setelah Memantik Hingga Ikal
Selayang terbang menuai pelik lalu meruntuhkan hembus
Yang terbang mengunus peluh bak pelaut ulung tersingkap relung
Kita tidak terburu-buru, sayang hanya sedikit terkejar oleh juntai jarum jam yang berputar
Tenanglah tenang...
Tak usah kau ingat tentang sendu, lepaskan ia kepada biru yang mendayu lucu
Berantik kita kan berlari mengejar rinai yang tergerai
Percaya bahwa lepas tawa akan bahagia selalu untukmu
Udara pagi hari minggu menantimu
Sayang.
ditulis untuk mengingatkan kamu pada -skrip kehidupan yang harus dilalui pada minggu kedua Maret 2017-
Jumat, 03 Maret 2017
Rabu, 01 Maret 2017
sedikit berpersepsi banyakkan positif asumsi
tentu pernah kita tidak habis akal pada sesuatu yang terjadi di sekitar kita.
"mengapa begini?" "mengapa begitu?" dan lain sebagainya
suatu detik jika kita mengamati segala hal tentu memiliki sesuatu untuk dipahami, maksud saya segala hal.
acapkali kita berpresepsi tentu itu bukanlah hal yang salah, itu hak pada setiap orang berpikir.
yang tidak berhak adalah ketika kita keburu mengiyakan yang mungkin tidak dihadapan yang kita nilai.
pengingat bagi saya, perkenalan diri dengan rasa "sok" ternyata cukup menguras hati. mengapa? bukan bikin rugi hanya saja saya harus lebih banyak menyiapkan antisipasi untuk persepsi saya sendiri, mungkin bukan saya saja tetapi teman-teman juga?
mau diakhiri sepertinya sangat sulit, bukankah manusia memang diciptakan untuk dapat melawan kesombongan terutama kesombongan diri?
yap, kita perlu selalu ingat dan ingat kalau lupa ya dicatat saja :)
Minggu, 12 Februari 2017
Memulai yang baru pada yang lama
Entah ini hari yang ke berapa aku mulai menanamkan mindset untuk berlari dan menjauh dari segala hal yang dilarang oleh Nya. Dan semakin hari terasa benar memang cukup sulit untuk bisa beradaptasi, adaptasi yang tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga pada lingkungan dimana kisah sehari-hari kita jalankan.
Bila benar ada pepatah "mendapatkannya cukup mudah mempertahankan yang sulit" sekarang aku merasakan sendiri bagaimana harus memulai segalanya dari awal di dalam tempat yang justru sama sekali tidak baru dan hal itu cukup menguras hati menurutku sih.
Setiap detik yang ditakutkan hanyalah "bagaimana bila salah?" atau "apakah aku benar?"
Yaa segala sesuatu tentu ada jalannya kan ya? sometimes penasaran bagaimana jika aku ambil jalan A atau B atau C atau yang lainnya.
Satu yang pasti janji Nya itu nyata kan iya kan? :)
Aku gatau apa yang aku lakukan itu bernilai seperti apa atau bagaimana yang aku tahu aku hanya ingin melakukan yang paling baik.
Semoga aku selalu bisa diingatkan dan menerima peringatan itu dengan hati yang lembut.
Bismillah.
12 Februari 2017
Yaa segala sesuatu tentu ada jalannya kan ya? sometimes penasaran bagaimana jika aku ambil jalan A atau B atau C atau yang lainnya.
Satu yang pasti janji Nya itu nyata kan iya kan? :)
Aku gatau apa yang aku lakukan itu bernilai seperti apa atau bagaimana yang aku tahu aku hanya ingin melakukan yang paling baik.
Semoga aku selalu bisa diingatkan dan menerima peringatan itu dengan hati yang lembut.
Bismillah.
12 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Hari ini entahlah kenapa aku cuma ingin bicara..
Bukan tentang apa-apa hanya bicara dan di dengar
Entahlah hari ini begitu gemas sangat sangat sangat amat gemas...
Kapan aku akan menjadi biasamu?
Kapan aku akan menjadi pergi yang mungkin aku sendiri sesakkan
Maaf aku terlalu sesak sekarang, sampai entahlah apakah bisa nanti?
Seorang yang diam sedang ingin dimengerti
Sejujurnya ia tidak se'diam' itu
Balas salam nya jika nanti ia bertanya
Mengapa kamu disini?
Tarik pundaknya, dia tidak perlu kata dia hanya perlu rasa
Bukan tentang apa-apa hanya bicara dan di dengar
Entahlah hari ini begitu gemas sangat sangat sangat amat gemas...
Kapan aku akan menjadi biasamu?
Kapan aku akan menjadi pergi yang mungkin aku sendiri sesakkan
Maaf aku terlalu sesak sekarang, sampai entahlah apakah bisa nanti?
Seorang yang diam sedang ingin dimengerti
Sejujurnya ia tidak se'diam' itu
Balas salam nya jika nanti ia bertanya
Mengapa kamu disini?
Tarik pundaknya, dia tidak perlu kata dia hanya perlu rasa
Langganan:
Postingan (Atom)