terserah
tetapi kota itu akan selalu bermakna manis
kalian tidak perlu tau
hanya aku yang akan menyimpannya
tersenyum terhadapnya
meski jauh
ataupun
sangat dekat
kamar, 2014
Rabu, 17 Desember 2014
Minggu, 07 Desember 2014
november penuh cerita.
iya, mungkin kuali tak lagi ingin berdekatan dengan api meski hangat senantiasa teringat namun kobar demi kobar tetap saja lelah membakar
aku iri dengan embun, entah panas entah hujan namun ia selalu membawa sejuk untuk pagi tanpa kata tanpa suara
beningnya mengaliri setiap teguk angin, diamnya hanya teresap sesap dan terisap
tak ada yang tau bagaimana rasanya menjadi ia
sayup sayup sendu melolongkan hati yang ingin dimengerti
tidakkah kamu perhatikan awan putih bergelombang ? dibaliknya tersingkap rindu yang selalu mengadu namun selalu tak terdengar
tenggelam dalam hingar bingar
kadang
tebing menjadi obat bagi sepi, namun ia hanya berani melihat jurang pada tepi
kadang
laut menjadi pelumat sedih yang akut, namun ia hanya mampu meniti tumpu
langkah-langkah kecil tak jarang harus tergerus dalam perayaan
baginya bukan ini baginya bukan itu hanya ia tidak tau
lebah membutuhkan sarangya, berlari pada kesengajaan berteriak pada keegoisan
kemana jinak yang dulu melekat kini haruskah meliar hebat ?
Selasa, 02 Desember 2014
semburat jingga menenggelamkan tangisku
tidak ada lagi alasanku untuk rindu
awan putih bersemu mendung
dengan kilat-kilat perak yang mendukung
tanpa tahu siapa dan apa yang mengaduh
tanpa tahu siapa dan apa yang teraduh
pernah kita paksakan untuk menjenguk jingga bersama
tapi itu belum pernah ada
carut marut kehidupan membawa kita bukan dengan terpaksa
hanya sedikit memaksa
kamu, aku, kita, kalian bukanlah korban
namun penyokong dari segala perputaran
pikirlah, pikirlah sebentar
ini bukan tentang hidup
bukan pula tentang drama
namun tentang pagi yang akan dijalankan oleh siapa
tentang siang yang akan menjadi apa
tentang sore yang akan tertawa bagaimana
dan tetang malam yang terlelap dimana
sempat, sempatkan sebentar
tidak ada lagi alasanku untuk rindu
awan putih bersemu mendung
dengan kilat-kilat perak yang mendukung
tanpa tahu siapa dan apa yang mengaduh
tanpa tahu siapa dan apa yang teraduh
pernah kita paksakan untuk menjenguk jingga bersama
tapi itu belum pernah ada
carut marut kehidupan membawa kita bukan dengan terpaksa
hanya sedikit memaksa
kamu, aku, kita, kalian bukanlah korban
namun penyokong dari segala perputaran
pikirlah, pikirlah sebentar
ini bukan tentang hidup
bukan pula tentang drama
namun tentang pagi yang akan dijalankan oleh siapa
tentang siang yang akan menjadi apa
tentang sore yang akan tertawa bagaimana
dan tetang malam yang terlelap dimana
sempat, sempatkan sebentar
somewhere only i know
hmm yap as usual
selamat karena untuk yang kesekian kali aku (merasa) bertambah kuat
segala puji syukur pada Allah
terimakasih karena kamu mengajarkan aku banyak hal terlepas kamu sadar atau tidak
maaf (lagi dan lagi) karena belum bisa menjadi yang baik
aku senang dan aku memang telah bersiap untutk hal ini
bertahanlah semampumu
kuatlah kamu pasti bisa
orang baik dapat yang baik
kamu baik
cukup baik
hanya perlu menjadi lebih baik
andai menjadimu itu denganku
sudahlah, aku hanya ingin kamu ingat dengan aku yang pernah kamu lihat dan kamu pandang dengan mata yang berbeda, yang pernah kamu sapa dengan keramahan beda
dan aku hanya ingin mengingatmu sebagai orang baik dan tak pernah terjadi apapun
karena memang tidak ada apapun (aku harap)
sekarang . . .
sayapku, sayapmu, tetap ditempat
namun jangan pernah lupa untuk sempat kembali meski sebentar
meski telah dan lelah melebur
aku ada, selalu
Langganan:
Postingan (Atom)