Sabtu, 01 Maret 2014

semakin hari aku semakin tahu. semakin waktu berputar aku juga semakin ingin tahu.
beranjak besar segalanya terasa rumit padahal pasti ada satu cahaya kecil petunjuk dari segala arah yang gelap.
dari waktu ke waktu pun semakin sadar bahwa kita adalah satu tapi juga berbeda, bahkan mungkin sangat berbeda namun rasa syukur tidak pernah mengenal perbedaan.
masalah jiwa, pikiran, bahkan hati semua terekam dalam memori setiap insan yang menjalaninya.
seperti aku.
ingin sedikit bercerita
aku yakin setiap diri dari kalian pasti pernah punya seseorang yang istimewa entah itu benar-benar milik kalian atau bukan :) tapi aku yakin kalian pasti punya teman tak peduli mereka dekat atau tidak dengna kalian.
aku ingin tahu, bagaimana cara kalian memandang teman kalian ?
apa yang kalian pikirkan bila sedang berada di dekat mereka ?
dan aku juga ingin tau bagaimana kalian memandang orang yang istimewa bagi kalian ?
apa yang kalian pikirkan ketika sedang berada di dekat orang istimewa kalian itu ?
kalau aku ...
aku pernah berpikir andai saja aku tidak pernah punya perasaan yang berbeda untuk orang yang "istimewa" itu. aku juga selalu memandangnya lebih dari sekedar yang aku bayangkan kepada orang lain. yang aku bayangkan dia adalah dia sosok yang selama ini aku cari, aku juga selalu ingin tahu bagaimana rasanya tidak punya perasaan khusus terhadapnya, selalu ingin tahu bagaimana keadaannya apa yang dia lakukan, bahkan aku ingin tahu bagaimana rasanya ngobrol yang sangat lama dengan dia meskipun hanya melalui pesan singkat. namun jangankan untuk bisa tahu tentang dirinya aku bahkan tidak berani menyebut namanya di depannya sendiri. dia selalu bisa membuat lidahku kelu.
dan untuk temanku . . .
aku memandang mereka bahwa Allah selalu punya alasan mengapa mereka ada bersamaku, salah satunya adalah membuatku berpikir bahwa tahukah ia diluar tempat kita bersama ada seseorang yang juga ingin tahu bagaimana rasanya memanggil namanya, bagaimana rasanya berbalas pesan singkat dengannya. aku beruntung bahkan sangat beruntung aku bisa memanggil namanya semauku, aku bisa berbalas pesan singkat dengannya hingga aku sangat bosan aku bisa melakukan apapun tanpa takut mengecewakannya.
namun untuk orang yang istimewa itu ? apakah aku bisa ?

selayaknya memang kita harus berpikir dan bersyukur bahwa ternyata ada orang yang ingin menjadi kita namun mereka ternyata menjadi diri mereka sendiri.

kita hanya dapat menerka