Jumat, 20 Februari 2015

sepucuk bunga dahlia
warna putih tidak layu

bisakah kau taruh saja di depan pintu ?
tanpa khawatir akan aku buang atau aku tendang

sesesapan kopi pagi hari,
apakah bisa membuatmu kembali ?
sekedar mengucapkan salam selamat malam atau pagi
sekedar memberitahu bahwa kamu ingin tahu

terhadap apa yang pada pagi hari aku ambil
pada apa yang siang-siang aku makan
atau pada siapa saja malam sejuk aku habiskan

saja kamu tahu
bilamana aku berdiri merasa asing lagi
namun
aku harus tidak peduli, karenanya aku diam
setengah mulutku kelu
tapi tak apa aku bisa mengatasinya

bilakah kamu mengerti
bagaimana-bagaimana yang aku tanyakan
mengapa-mengapa yang aku andaikan

baiknya kalian memahami
dua atau tiga kembang edelweis sengaja menjatuhkan dirinya
bukti kecintaannya padamu, karena kamu tak bisa memetiknya

sampan terlalu jauh untuk dikayuh
namun kaki akan selalu sanggup melangkah sekalipun tak ada arah

selamat malam,
jangan menjadi jenaka yang hilang
atau selamat menjelang pagi
tetaplah menjadi butir-butir gula dalam kopi
terimakasih Allah atas segala percaya-Mu padaku
terimakasih telah izinkan aku memiliki apa yang menjadi kuasa-Mu
betapa kecil nya aku, betapa lemah pula, ringkih tiada terkira namun Engkau menguatkan entah bagaimana

dalam sayup-sayup gelap bolehkah aku selalu merindukan Engkau ?
bahkan hingga sang hangat hadir lalu berganti dan seterusnya
tak apakah aku memeluk Mu ?

entah, Engkau bagai cinta tanpa bisa kuraba
namun bisa aku rasa
tidak aneh
bukan janggal
bahkan ajaib
ya, aku selalu bahagia dengan rasa dekatku
tentu, aku selalu merasa bangga

namun,

janganlah sampai aku terjerembab karena terlalu meninggi

Engkaulah pemilik jalan itu tanpa perlu lagi ku bertanya

salam sayang tak terkira
dari yang sederhana :)