Minggu, 15 Januari 2012

untittled

ketika pada waktu ini aku tersadar kembali atas apa yang telah dulu pernah terjadi dan kini semuanya hadir. kala itu aku berpikir semuanya pasti indah, menyenangkan, dan akan sangat membahagiakan hingga suatu saat aku lihat di tembok hatimu telah banyak coretan yang ternyata bukan aku pelakunya padahal jika ditelisik dari awal aku ingin akulah yang menjadi pencoret dan pemberi warna di hatimu bahkan hidupmu, namun apa ? hingga detik ketika aku melihat coretan itu seketika mimpiku berubah, berubah menjadi penghapus, penghapus coretan itu membersihkan semuanya hingga tak bersisa,dan menggantinya dengan warna dan goresan yang telah aku siapkan sebelumnya. warna dan goresan yang belum pernah aku beri pada siapapun tapi aku sadar sepertinya itu tak pernah mungkin, kecuali Tuhan meghendakinya.
dan aku putuskan untuk membiarkanmu bahagia, bahagia dengan apa yang kamu lakukan, bahagia apa yang kamu punya dan bahagia dengan pilihanmu waktu itu.
semua itu aku rasa berat memang, maksudku untukku ya untukku karena aku tau kamu pun tak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi dengan aku, jangankan untuk tau apa yang terjadi bahkan mengetahui keberadaanku saja pun mungkin itu tak pernah terjadi lagipula itu tak penting buatmu.
waktu terus berjalan, tapi aku rasa semuanya belum selesai, serpihan darimu masih ada, bahkan lengkap dan jika aku mau untuk menyatukannya mungkin akan menjadi suatu episode ftv yang di rerun banyak sekali karena ratingnya yang tinggi. tapi untuk apa ? aku rasa itu sudah tak berguna, lalu aku memilih untuk menyimpan sendiri serpihan-serpihan itu, hanya beberapa yang aku jadikan untuk pegangan, lebih-lebih ketika aku bingung.
mengamatimu dan memipikanmu dari jauh tiap waktu adalah pekerjaan itu setiap hari kala itu, senggang ataupun tidak aku selalu mengawasimu, kamu tak pernah tau dan aku juga tak pernah mau untuk kamu tau, aku terlalu pengecut ya.
sebait harapan selalu kuselipkan di tiap hariku, sepenggal kisah indah selau kuimpikan di tiap waktukku. aku menunggu, menunggu, dan menunggu hingga aku lupa sudah berapa kali dan berapa lama aku melakukan kegiatan yang cukup menjengkelkan ini, tapi aku sabar dan sadar bahwa semua pasti akan ada jawabannya.
dan suatu hari aku tau, kamu sendiri, kamu tau aku bahagia ? haha maaf aku bahagia di atas sedih dan galaumu, but this is real. semua mimpi indah dan serpihan-serpihan yang dulu terangkai kembali, semangat baru ya paling baru dan gres! namun semuanya tetap sama, aku tetap diam sampai kebahagiaan barumu datang aku tetap diam, ya kebahagiaan barumu telah datang, aku sedih lagi. semua terjadi hingga berulang kali, dan aku memutuskan melupakan lebih jauh, membunuhmu dari kepalaku, dan tidak mau tau tentangmu, semua telah kulakukan tapi semua belum selesai juga dan karena aku letih, aku membiarkanmu mengalir di otakku meski tidak sederas dulu.
dan aku berhasil, yeee aku bisa biasa. untaian rindu yang dulu menggumpal dapat kuhancurkan dengan mudahnya, aku tertawa melihatmu, aku tertawa bisa biasa terhadapmu, pemikiran-pemikiranmu yang dulu selalu kusetujui pun berubah.aku bahagia karena aku punya sudut pandang sendiri tetntang apa yang kamu lihat aku bisa menilainya sesuai hatiku, yaa meski itu hanya sedikit.
dan sekarang entah kenapa dan bagaimana yang dulu pernah ada di didiriku kembali lagi, aku mulai menerima mimpi yang sebelumnya ingin kumatikan, kubunuh dan kubuang.
aku menerima kembali membangun harapan yang usang, dan aku memutuskan untuk membiarkannya dan membiarkannya hingga dapat aku lihat sejauh mana perasaan itu tumbuh dan tumbuh tanpa harus menyesal dengan apa yang terjadi lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar