baru-baru ini booming ngikutin iklan dengan bilang "apa susahnya ngomong ?", hh mereka yang menganggap kata-kata itu sepele sungguh terkutuk, mereka ga pernah sih menghadapi kata "apa susahnya ngomong ?" itu, bahkan kata singkat yang terdiri dari tiga huruf sekalipun "hai", "hai" merupakan kata pali sederhana dalam sebuah interaksi, "hai" pun memiliki beberapa efek dan fungsi dia bisa mendekatkan bahakan menjauhkan.
kata "hai" tidak sulit diucapkan, bahkan buat DIKETIK tapi nyatanya apa ? aku ga sanggup buat memakai "hai" dalam suatu konteks komunikasi sebagai pembuka buat suatu percakapan yang aku ingin sekarang.
menyedihakn memang hidup sebagai pengecut, terutama untk kata "hai"
kesempatan emang ga datang 2x, kurang lebih itu yang sahabatku bilang ketika aku bercerita tentang ini tapi dalam realita aku sudah 3x bertemu dengan kesempatan itu sejak dari awal aku melihal list chatku.
hanya kareana kata "hai" akku tak bisa mengucapkan "SELAMAT" untuknya, selamat untuk keberhasilannya lolos dalam **************
"hai" yang menghambatku untuk dapat meminta tombol "follow" di twitternya
dan "hai" yang membuat semuanya pikiranku kacau, dan yang ketiga kali di detik ini aku ditinggal "mati"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar