Pendar jingga yang tiba berbalik
Kembali
Menyadap pikir yang enggan minggir
Berdayu tiap meski terang biru, menyatru anak-anak air yang meruah bisu
Sajakku kali ini bukan pada kamu kembali
Hanya mencobakan angin kemarau yang mengeringkan peka
Bila nanti aku masih disini ingat-ingatlah bila aku berlari
Sayapku patah beribu masa, tapi aku punya kaki untuk banyak asa.
Aku berhenti, sudah ku jerang saja kala ini.
Kamis, 05 Oktober 2017
Rabu, 13 September 2017
Persimpangan
Story...
Untuk kesekian waktu aku termangu
Membisu pada semu yang menjangkar rasa yang mekar.
Hanyut, mengapung, berserah pada arah yang terkadang membuat mata merah.
Lagi,
Berada di kota asing, persimpangan bising, sampai otak rasanya miring.
Aku menunggu, seorang menjemput dengan tawa nya tapi...
Aku sedang di kota asing, persimpangan bising, dan udara yang hanya bisa kumantrakan doa supaya tetap ku bernapas.
Empat,
Lama kala yang tak sengaja dibuatkan atau dibutakan?
Kamu dimana?
Sekarang aku takut, hatiku menciut.
Aku rindu bukan ingin bertemu, aku hanya ingin tahu, tentang liku dan lakumu.
Untuk kesekian waktu aku termangu
Membisu pada semu yang menjangkar rasa yang mekar.
Hanyut, mengapung, berserah pada arah yang terkadang membuat mata merah.
Lagi,
Berada di kota asing, persimpangan bising, sampai otak rasanya miring.
Aku menunggu, seorang menjemput dengan tawa nya tapi...
Aku sedang di kota asing, persimpangan bising, dan udara yang hanya bisa kumantrakan doa supaya tetap ku bernapas.
Empat,
Lama kala yang tak sengaja dibuatkan atau dibutakan?
Kamu dimana?
Sekarang aku takut, hatiku menciut.
Aku rindu bukan ingin bertemu, aku hanya ingin tahu, tentang liku dan lakumu.
Senin, 28 Agustus 2017
Sabtu, 08 Juli 2017
Derai-derai yang patah
Membungkam seribu enyah yang tak terbantah
Nyata kita dipertemukan, entah aku yang mengenalmu atau kau yang mengetahuiku.
Langit membumbung
Kapan kau kirimkan kabar?
Tak perlu berupa surat dengan jutaan kata menenangkan
Aku hanya ingin tau, bagaimana jalan di depan
Ketahuilah aku tak tau kau, pun sebaliknya
Namun aku mengenal dan mungkin bukan sebaliknya
Maaf aku hanya rindu,
Kemarin dan sekarang.
Membungkam seribu enyah yang tak terbantah
Nyata kita dipertemukan, entah aku yang mengenalmu atau kau yang mengetahuiku.
Langit membumbung
Kapan kau kirimkan kabar?
Tak perlu berupa surat dengan jutaan kata menenangkan
Aku hanya ingin tau, bagaimana jalan di depan
Ketahuilah aku tak tau kau, pun sebaliknya
Namun aku mengenal dan mungkin bukan sebaliknya
Maaf aku hanya rindu,
Kemarin dan sekarang.
Jumat, 09 Juni 2017
Sebelum mau nulis ini mau minta maaf dulu kepada seluruh pihak kepada langit dan bumi kepada semua yang sudah menyayangi dan mendoakan yang baik bagi saya.
Kali ini akan menuliskan suatu pengakuan, yap pengakuan.
Saya gatau mungkin ini picik sekali tapi saya rasa saya perlu mencatatnya sebagai pengingat dan kompas saya di masa depan.
Satu hari.. lalu tiba-tiba ini sudah bulan ke 8 atau 9 mungkin, entahlah.
Baru ini merasa hambar, mengambang dan sadar bahwa segala yang dilakukan bukan tanpa perasaan.
Yang dilakukan memang memiliki tujuan tapi bukan untuk diri sendiri, jujur saya susah mengungkapkan tapi saya harus mengakui tujuan saya adalah selesai.
Ya, selesai dan penguat saya adalah doa dari segala makhluk yang baik kepada saya.
Pendorong saya adalah Allah, Tuhan Yang Maha Menyelamatkan dan Menyayangi saya.
Entah, baru kali ini menyelesaikan hal besar tapi hambar, kopong. Kalau tahu bulat tengahnya bolong dan isinya angin menurut saya itu lebih baik karena masih ada gurih-gurih nya meskipun bercampur angin, kalau saya?
Ibarat saya membuat cake tart yang saya hias sedemikian rupa mungki bagi orang lain sudah sangat baik ataupun jika kurang bisa ditambah cokelat, krim atau bahan-bahan lainnya tetapi bagi saya mau seperti apapun bentuknya mau ditambah bahan apapun lagi rasanya untuk jiwa saya kosong. Ya, kosong.
Saya akui.
Saya pun tidak tahu kalau diibaratkan sebuah peta harta karun sekarang saya ada posisi mana yang jelas saya tahu bahwa saya sedang memegang kunci untuk membuka harta karun itu.
Saya ingin tau sungguh-sungguh ingin tau, tapi saya pun tau belum waktunya bagi saya untuk tau.
Husnudzon saja bismillah.
Untuk semua makhluk Allah yang baik kepada saya, bismillah semoga Allah senantiasa melindungi dan menentramkan kalian dimanapun kapanpun.
Kali ini akan menuliskan suatu pengakuan, yap pengakuan.
Saya gatau mungkin ini picik sekali tapi saya rasa saya perlu mencatatnya sebagai pengingat dan kompas saya di masa depan.
Satu hari.. lalu tiba-tiba ini sudah bulan ke 8 atau 9 mungkin, entahlah.
Baru ini merasa hambar, mengambang dan sadar bahwa segala yang dilakukan bukan tanpa perasaan.
Yang dilakukan memang memiliki tujuan tapi bukan untuk diri sendiri, jujur saya susah mengungkapkan tapi saya harus mengakui tujuan saya adalah selesai.
Ya, selesai dan penguat saya adalah doa dari segala makhluk yang baik kepada saya.
Pendorong saya adalah Allah, Tuhan Yang Maha Menyelamatkan dan Menyayangi saya.
Entah, baru kali ini menyelesaikan hal besar tapi hambar, kopong. Kalau tahu bulat tengahnya bolong dan isinya angin menurut saya itu lebih baik karena masih ada gurih-gurih nya meskipun bercampur angin, kalau saya?
Ibarat saya membuat cake tart yang saya hias sedemikian rupa mungki bagi orang lain sudah sangat baik ataupun jika kurang bisa ditambah cokelat, krim atau bahan-bahan lainnya tetapi bagi saya mau seperti apapun bentuknya mau ditambah bahan apapun lagi rasanya untuk jiwa saya kosong. Ya, kosong.
Saya akui.
Saya pun tidak tahu kalau diibaratkan sebuah peta harta karun sekarang saya ada posisi mana yang jelas saya tahu bahwa saya sedang memegang kunci untuk membuka harta karun itu.
Saya ingin tau sungguh-sungguh ingin tau, tapi saya pun tau belum waktunya bagi saya untuk tau.
Husnudzon saja bismillah.
Untuk semua makhluk Allah yang baik kepada saya, bismillah semoga Allah senantiasa melindungi dan menentramkan kalian dimanapun kapanpun.
Langganan:
Postingan (Atom)