Rabu, 13 September 2017

Persimpangan

Story...

Untuk kesekian waktu aku termangu
Membisu pada semu yang menjangkar rasa yang mekar.
Hanyut, mengapung, berserah pada arah yang terkadang membuat mata merah.

Lagi,
Berada di kota asing, persimpangan bising, sampai otak rasanya miring.
Aku menunggu, seorang menjemput dengan tawa nya tapi...
Aku sedang di kota asing, persimpangan bising, dan udara yang hanya bisa kumantrakan doa supaya tetap ku bernapas.

Empat,
Lama kala yang tak sengaja dibuatkan atau dibutakan?

Kamu dimana?
Sekarang aku takut, hatiku menciut.
Aku rindu bukan ingin bertemu, aku hanya ingin tahu, tentang liku dan lakumu.


Senin, 28 Agustus 2017

Bila nanti kamu kembali...
Entah bagaimana bisa, jika ketulusan adalah impian maka kamu pernah memilikinya
Satu waktu kamu menyeru mendobrak pintu tanpa memaksaku untuk mau
Bagimana jika nanti kamu kembali?
Tidak tahu, aku hanya ingin berdiri di ambang pintu sama seperti waktu itu atau waktu ini.

Sabtu, 08 Juli 2017

Derai-derai yang patah
Membungkam seribu enyah yang tak terbantah
Nyata kita dipertemukan, entah aku yang mengenalmu atau kau yang mengetahuiku.
Langit membumbung
Kapan kau kirimkan kabar?
Tak perlu berupa surat dengan jutaan kata menenangkan
Aku hanya ingin tau, bagaimana jalan di depan
Ketahuilah aku tak tau kau, pun sebaliknya
Namun aku mengenal dan mungkin bukan sebaliknya
Maaf aku hanya rindu,
Kemarin dan sekarang.

Jumat, 09 Juni 2017

Sebelum mau nulis ini mau minta maaf dulu kepada seluruh pihak kepada langit dan bumi kepada semua yang sudah menyayangi dan mendoakan yang baik bagi saya.
Kali ini akan menuliskan suatu pengakuan, yap pengakuan.
Saya gatau mungkin ini picik sekali tapi saya rasa saya perlu mencatatnya sebagai pengingat dan kompas saya di masa depan.

Satu hari.. lalu tiba-tiba ini sudah bulan ke 8 atau 9 mungkin, entahlah.
Baru ini merasa hambar, mengambang dan sadar bahwa segala yang dilakukan bukan tanpa perasaan.
Yang dilakukan memang memiliki tujuan tapi bukan untuk diri sendiri, jujur saya susah mengungkapkan tapi saya harus mengakui tujuan saya adalah selesai.
Ya, selesai dan penguat saya adalah doa dari segala makhluk yang baik kepada saya.
Pendorong saya adalah Allah, Tuhan Yang Maha Menyelamatkan dan Menyayangi saya.
Entah, baru kali ini menyelesaikan hal besar tapi hambar, kopong. Kalau tahu bulat tengahnya bolong dan isinya angin menurut saya itu lebih baik karena masih ada gurih-gurih nya meskipun bercampur angin, kalau saya?
Ibarat saya membuat cake tart yang saya hias sedemikian rupa mungki  bagi orang lain sudah sangat baik ataupun jika kurang bisa ditambah cokelat, krim atau bahan-bahan lainnya tetapi bagi saya mau seperti apapun bentuknya mau ditambah bahan apapun lagi rasanya untuk jiwa saya kosong. Ya, kosong.
Saya akui.
Saya pun tidak tahu kalau diibaratkan sebuah peta harta karun sekarang saya ada posisi mana yang jelas saya tahu bahwa saya sedang memegang kunci untuk membuka harta karun itu.
Saya ingin tau sungguh-sungguh ingin tau, tapi saya pun tau belum waktunya bagi saya untuk tau.
Husnudzon saja bismillah.
Untuk semua makhluk Allah yang baik kepada saya, bismillah semoga Allah senantiasa melindungi dan menentramkan kalian dimanapun kapanpun.

Minggu, 14 Mei 2017

Sampai kini

Bukan sepi karena kita tak bersama
Tak bisa jika harus begini, terbawa meracau saat aku terbenam
Jika satu adalah hari yang bisa ku maknai maka izinkan aku menyampaikan sebuah luka menganga yang lama aku obati sendiri
Kesempatan bagiku bagi kamu atau kita sekali saja
Jika ada satu waktu aku harus menghabisi maka relakan sampai aku terbang pada bahana yang menyegar

Kalut,
Maaf aku tak bisa membiarkan kamu turut menganga
Tapi jika ada satu kesempatan untukmu maka jangan berubah hanya biarkan aku pergi meraba dan menerka lajur yang membentang.