Minggu, 10 Januari 2016

Bertemu akak agaknya sebuah hadiah
Kepintaranmu menjalar pada hati
Membuatku tau cara paling mujarab menjaganya
Bukan tidak 'berasa' hanya saja mengkiaskan segalanya menjadi angka dan menuliskan jadwalnya sesuai masa :)
Setidaknya aku tau yang mengagumimu tidak hanya satu
Maka aku tak perlu khawatir bahagiamu yang tersendat itu.

Jumat, 08 Januari 2016

Allah paling tahu mendidik umatnya ...
Pun hingga hari ini
Mungkin ini cara Nya mendidikku menyayangi kamu,
Pertemuan yang di awal tidak pernah kita rencanakan tapi sadar bahwa segalanya akan kembali ke asal
Mungkin ini cara Nya membiarkan aku menerjemahkan rasa yang tersemai kecil dari lipat lipat hati
Allah terimakasih
Tidak Kau biarkan aku bertumbuh seperti aku pada yang lain
Akhiran hampa akan nyata, namun seruan asa tetap boleh saja kan?
Jawablah dengan kuasa Mu saja :')
Terimakasih Allah ku

Rabu, 06 Januari 2016

Untuk yang kesekian dari yang kesekian...
Aku tahu aku tak perlu lagi penjelasan telah jelas lengkap dan terputar di otakku segala hal yang dirasakan dan diketahui sekitarku tanpa perlu aku meminta dijelaskan.

Tujuanmu, tujuanku memang berbeda
Bagiku bahagia bukan sekedar memekikkan nama di udara lawan
Bagiku bahagia tak hanya menjegal rasa pada mereka yang memicingkan mata

Pun bagimu...

Bahagia bukanlah mendapat tempat yang baik di kala gerimis atau radiasi mentari
Bahagia bukanlah duduk terdiam memahamkan diri sendiri dan sekitar.

Terkadang kamu tidak tahu rasanya pergi
Lagi terkadang kamu tak tahu nikmatnya termenung sendiri

Apalah "percaya" bilakah segala kamu rasa telah bijak
Langkahku mengecil meraba segala rasa yang bergilir
Petuah-petuah lama meremas otak pikirku menjadi lebih nyata
Nyata pada apa yang aku rasa dan nyata pada segala yang terpandang mata

Percayaku kini tak akan sama
Langkahku kini akan tak lebih lebar dari kemarin
Sesekali aku akan berhenti,
dan lalu memiringkan kepala mengamati kita dalam diam.

Berlarilah untuk ingin yang kau ingin
Kita saling doa kan saja yang paling baik satu sama lain.

Rabu, 09 Desember 2015

selamat datang...
selamat pulang...
mulai berpikir apakah ini yang aku inginkan selama ini? segala amanah dan tanggung jawab yang ada di pundakku kini.
bukan karena aku yang tidak mampu
bukan karena aku yang menyerah
tapi
karena mereka apakah telah dengan matang memilihku?
aku tidaklah menyerah
atau bosan
hanya aku khawatir
bukan sedikit khawatir
masih bisakah aku menggunakan peta pada labirin-labirin kasat mata ini?
Allah...
Tolonglah hamba :'))