Kamis, 10 Juli 2014

when you're missing someone

its not about you

its not about me

or even us


do you ever miss someone ?
maybe always ????



just tell her/him that all your mind all your heart are hers/his


if you dont :)

keep praying for them

pray for her/his better life

pray for her/his better way

and


pray for you heart

Selasa, 08 Juli 2014

seperti jarum yang merasuk jauh ke rusuk

seperti kail yang menruncing di ujung alat pancing

siap merobek mulut ikan mungil yang tanpa tahu hidupnya akan berlalu

setiap detik punya musik

setiap kata punya cerita

setiap jiwa punya nama

dan seperti kamu punya aku



namun . . .

apakah segalanya harus seperti selayaknya ?

apakah air harus selalu mengalir ke bawah ?



lalu, bagaimana nasib pompa yang teronggok di pojok sana ?

bukan maunya seperti itu, bukan inginnya seperti ini

percayalah segalanya akan baik jika engkau meminta kebaikan

percayalah segalanya akan bijak jika engkau meminta kebijaksanaan

hanya apakah setelahnya kau akan bersyukur atau hanya berlalu dan terlempar bagai batu ?

Minggu, 06 Juli 2014

sepanjang perjalanan pulang hanya gema suara radio yang menyelimuti sekat-sekat diantara mereka berdua. cal sama sekali tak berniat untuk bercakap-cakap, pram heran dengan kelakuan calya sepulang dari cafe itu namun menurutnya cal sedang kelelahan sehingga ia pun tak ingin mengganggu diam nya cal sore itu.
sampai di depan rumah cal ...
"terimakasih ya sudah menemani seharian penuh ini, kamu pasti lelah." kata pram sebelum cal membuka pintu
"iya sama-sama. bagaimana kamu tahu aku lelah ?"
"tentu saja, sejak kita pulang dari cafe kamu diam saja. ya sudah setelah ini langsung istirahat ya masih banyak yang harus dikerjakan besok. salam untuk mama papa"
cal hanya tersenyum hambar. lelah ? cal memang lelah tapi lelah yang hinggap di dirinya bukan karena seharian ini telah mengikuti dan menemani pram baginya mendampingi pram dalam berbagai kesempatan adalah hal yang sangat biasa bahkan jika ia tidak berhenti sekalipun pada setiap harinya. cal lelah karena ia terlalu mengetahui siapa sosok pram, cal lelah mengetahui pemilik mata cokelat kesayangannya itu belum bisa sepenuhnya memiliki perasaan yang sama dengannya. sejujurnya ia ingin pram tahu apa yang ia rasakan dan bagaimana ketakutannya namun ia tak pernah melakukan itu, ia takut segala nya akan berubah jauh lebih buruk.

ini sudah tahun kedua mereka bersama-sama pada akhirnya mereka memutuskan untuk bertunangan, tidak hanya itu kini mereka juga mengelola dan mengembangkan bisnis bersama-sama. pram dan calya berpartner sebagai owner dari sebuah cafe yang kini sudah memiliki dua cabang di daerah yang terpisah.
masih jam 6 pagi cafe pram dan calya masih sepi hanya ada empat pegawai yang sedang bersih-bersih dan menyiapkan segala yang dibutuhkan sebelum cafe dibuka pukul 7 tepat.
cal selalu datang setengah jam sebelum para pegawai datang, kini terlihat ia sedang mengecek berbagai surat dan laporan diatas meja kerjanya.
cafe baru dibuka sekitar 10 menit dan sudah ada beberapa pelanggan yang menunggu pesanannya diantarkan. seorang bapak sedang menyeruput kopi panasnya sambil membaca koran berbahasa inggris nampak nya ia seorang investor besar, adapun lelaki muda dengan polo shirt yang sedang mengutak-atik laptop dihadapnnya, juga seorang wanita muda dengan make up cukup mencolok untuk dihadirkan pada jam-jam sepagi ini. tak lupa musik-musik hits juga terlantun merdu menambah hangatnya suasana pagi ini.
waktu berlalu dan semakin banyak pelanggan yang datang memenuhi kursi-kursi kayu warna putih, cokelat, maroon, pun meja-meja yang tersedia. para pegawai juga semakin sibuk melayani pelanggan-pelanggan dengan berbagai permintaaan tersebut.

setelah mengecek beberapa surat dan laporan di atas meja kerjanya cal berjalan keluar dan duduk pada salah satu meja di depan meja kasir. cal sangat suka mengamati kesibukan pagi, baginya mengamati orang adalah sesuatu yang menyenangkan bahkan tak jarang ia menemukan hal-hal yang unik dan dapat dipelajari dalam setiap pengamatannya tersebut. pandangan mata cal menyapu ke seluruh sudut yang mampu dijangkaunya, hingga pada suatu titik pandangannya berhenti.

cal mengambil alih pesanan yang dibawa pegawainya dan mengantarkan ke si empunya.
"selamat pagi, silahkan pesanannya." ujar calya dengan ramah
sosok yang merasa dipanngil seketika menoleh.
"iya, terima ka.. Calya ???"

tak berselang lama keduanya telah berbaur dalam perbincangan khas wanita.
"jadiiii, ini cafe kamu dan pram ? wah selamat ya, kalian sungguh hebat bisa membangun cafe se asyik ini. teman-temanku banyak sekali yang sering kemari dan merekomendasikan untuk dikunjungi. tapi aku baru sempat kesini ya sekarang ini dan ga nyangka ketemu kamu..."
Cal hanya tersenyum mendengar celotehan Ren.

Rabu, 02 Juli 2014

nama mereka pram dan calya, mereka merupakan pasangan kekasih yang saling menyayangi. awal pertemuan mereka cukup unik mereka bekerja dan mengabdi pada suatu organisasi yang sama. pram sebagai ketua sedangkan calya sebagai staff. kala itu tidak ada yang aneh hingga beragam tugas organisasi memaksa mereka harus sering bertemu dan berdiskusi. hari ke hari perbincangan mereka bukan hanya tentang tugas namun sudah menjadi perdebatan, banyak yang telah mereka bahas misalnya saja kebakaran yang melanda pasar tradisional di daerah tempat tinggal pram, praktik-praktik politik negeri ini yang menurut calya sangatlah licik sedang menurut pram sebuah politik memang harus licik untuk dapat merebut kekuasaan, tak hanya itu lambat laun mereka juga membicarakan arah kehidupan masing-masing. karena pertemuan yang intens dan telah banyak hal yang dilalui bersama membuat calya jatuh cinta pada sosok pram yang dewasa, berpikir visioner, menenangkan, lucu, bijak, dan banyak lagi. tak hanya calya pun bagi pram. baginya sosok calya sangat mengagumkan ia cerdas, keibuan, selalu cakap dan tangkas dalam berbagai hal, serta selalu dapat menenangkannya ketika pram sedang panik ataupun merasa tertekan dengan beragam tanggung jawab yang dimilikinya. setelah dua tahun berlalu keduanya saling mengetahui perasaan masing-masing dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk merajut jalan cinta bersama.
calya sangat paham siapa sosok yang ia cintai. bukan rahasia bahwa sosok pram yang telah memiliki jam terbang cukup tinggi di beragam organisasi membautnya mengenal banyak orang baru namun bukan itu yang dikhawatirkan oleh calya tentang pram namun rupanya pram belum bisa melupakan mantan kekasihnya 3 tahun yang lalu. di hadapan banyak orang pram terlihat biasa saja bahkan ketika satu waktu ia bertemu mantan kekasihnya tersebut namun cal tahu apa yang tersirat dalam dua bola mata cokelat kesayangannya itu. cal tidak pernah membahas perihal perasaan yang masih dimiliki pram pada mantan kekasihnya, ia selalu berusaha untuk mencitai dan menyayangi pram dengan sepenuh hatinya meski sejujurnya ia sangat sakit mengetahui hal itu tapi cal tidak peduli toh kini pram telah menjadi miliknya dan sudah banyak yang memberikan tittle pada mereka berdua sebagai pasangan favorit dalam setiap kesempatan.

suatu hari dalam suatu acara cal dan pram datang bersama. dalam acara tersebut pram diundang sebagai pembicara dan didaulat untuk memberikan kata sambutan. usai acara mereka memutuskan untuk mampir ke kedai kopi yang terletak persis di seberang gedung tempat acara berlangsung. calya memesan vanilla latte favoritnya dan pram kopi hitam kental dengan gula setengah sendok saja.
"pram...."
sebuah suara menyapa pram dari belakang.
"eh hai ren. sama siapa kemari ?" pram menoleh dan seketika gugup
perbincangan itu berlanjut sementara calya hanya tersenyum semanis mungkin menyambut tamu yang kini telah duduk di sisi kanan pram. sekali lagi calya melihat dengan jelas kilatan yang berpendar dalam mata cokelat kesayangannya itu. sesekali calya berusaha terlibat hangat dalam pembicaraan tak sengaja sore itu. calya menatap ke luar jendela, hujan.pantas dingin.

Senin, 16 Juni 2014

hai blogger lama tak jumpa bukan melupakan tapi ada beberapa hal yang membuatkku harus beralih darimu tapi kini aku kembali :)
bomatlah ya
aku sedih tau :'( aku ga capek kok aku juga ga depresi banget-banget karena tugas yang begini banyak. aku cuma sedang takut, aku hanya cemas, dan aku juga sedang sebal.
kepada siapa lin ? terhadap apa ?
banyaaaaaak banyak sekali.
ga bermaksud mengeluh, tapi namanya manusia pasti pernah merasakan jenuh, penat, dan sedih bukan ?
jujur, aku seneng banget aku bisa dapet tugas ini itu bantuin sini situ
aku juga bersyukur karena mereka mereka itulah aku mendapat begitu bnayak pembelajaran
but who knows ? entah kenapa pingin nangis aja pas nulis ini...
anyway ini aku nulis sambil nunggu in nindy buat diajak curhat gitu deh,dia emang sahabat paling the best yang aku punya tentu saja bersama member LilMics yang lain.
tapi nindy kok belum kabar-kabar ya ? huffffttttt
jadi anak kuliah, agaknya ini yang sedang aku jalanin suka duka cita cinta dan apalah itu sebutan pepatah-pepatah anak muda nya.
di kuliahan banyak banget yang bisa dipelajari, yang bisa memberi pelajaran dan pengajaran juga tapi belum ada yang bisa sangat dipercaya.
bukan ga ada cuma aku aja yang belum menemukan sepenuhnya :') sedih padahal udah hampir lewat tahun pertama perkuliahan ini.
aku selalu takut buat cerita tentang apa yang aku rasain kalo sama orang-orang di kampus, bukan mereka yang gabisa bikin nyaman aku aja yang masih belum bisa kasih rasa percaya ke orang sepenuhnya.
menurutku terlalu banyak kelicikan dan pencitraan yang begitu dalam di area kampusku.
memang itu bukan suatu kesalahan tapi aku muak dan takut terpengaruh hal itu
belum lagi berbagai perasaan ala anak muda yang melingkupi hal itu. aku kapok. aku gamau tapi juga gabisa ngelak. gimana dong ?
aku muak jadi sok bijak aku muak jadi orang yang mendadak diam di depan atau dianatara orang yang udah dikenal maupun enggak dikenal.
aku suka ketika aku menjadi gila, menjadi aku yang lepas, aku yang bisa ngetawain apapun, aku yang jadi bahan tertawaan, konyol, dan semuanya. semua yang ga selalu bisa aku dapatin di kampus.
mungkin ini ujian, mungkin ini cobaan bagaimana dan sekuat apa aku menghapi diriku sendiri dan orang lain
aku pingin peluk Allah