Sabtu, 05 Mei 2012

pekatnya malam mengiringi sajakku
cahaya bulan tak lagi malu-malu
terang, bersinar
di depan jendela aku berada
desahan angin membelai indah pipiku
melempar-lemparkan rambutku yang kasar
tertutup mata menahan rindu
aku telah bicara pada bintang
dengan menyisihkan sesak yang telah mengerak
hei lihat ! semua mengalir dengan indahnya
bibirku mulai bergetar
ujung hidungku memanas
semua terasa hangat, ketika aku merindukanmu
ini bukan yang kesekian kali
langit-langit diluar seolah mengejekku
mereka menyembunyikan bintang yang biasanya terhampar
hanya beberapa yang terlihat
mereka bersinar sangat hebat
seperti rinduku yang selalu menggema dengan kerasnya
tidakkah kamu merasakannya juga ?
tidakkah kamu tahu bagaimana cara mengatasinya ?
aku telah dan lelah mengatakannya berulang-ulang
aku hanya berusaha menyerah, membiarkan waktu yang mengantar kita
nanti, pada tempat dan saat bahagia


dari : "seseorang yang merindukanmu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar