Omonganmu nyelekit senyelekit-nyelekitnya, aku terima
Perlakuanmu jahat sejahat-jahatnya, aku terima
Pandanganmu menyakitkan sesakit-sakitnya, juga masih aku terima
Namun, masihkah aku harus menerima jika kamu jauh dariku, jika kamu tidak mempedulikanku, jika kamu asyik dengan duniamu sendiri tanpa aku ? apakah aku harus menghabiskan seluruh kesabaranku demi kamu ? sedang kamu sendiri mana pernah peduli denganku. sangat tidak adil kalau aku bilang.
sesuatu hal yang seharusnya kamu tau meski aku tidak mau kamu tau, ahh rasanya tidak perlu aku torehkan dalam unimportant note ini -----____----
menyakitkan, itu bila aku melihatmu tapi aku tidak bisa kalau kamu tidak hadir di depan mataku semua terasa hambar, mungkin itulah gambarannya sama seperti apa yang aku rasakan sekarang semua hambar dan membosankan ya sangat sangat dan sangat :) mungkinkah kamu merasakannya pula ? aku rasa tidak mana mungkin kamu memikirkan perasaanku sedang berniat untuk tau saja mungkin kamu tidak pernah.
seharusnya aku bahagia karena mati rasa menghinggapiku, seharusnya aku bersyukur tetapi aku bingung bagaimana aku harus merayakan ini semua ? bagaimana aku tertawa seharusnya ? karena jujur saja aku tidak mengerti mengapa harus ada sedikit kecewa diantara ini.
kamu berhasil sedikit mematahkan sesuatu yang selama ini aku tata, selamat buat kamu ya :)
terlebih akhir-akhir ini serasa semuanya mati, aku tercekat berharap mimpi namun apa nyatanya semua aku rasakan, getir dan nyaris pahit.
bukan aku tidak menuntutmu untuk memberikan gula kepadaku, aku hanya ingin kamu juga merasakan apa yang aku rasakan, dan aku ingin aku tau itu tapi jangan kamu aku tidak mau kamu tau tentangku.
demi apapun aku mengutuk perasaan ini, memalukan :(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar