entah harus mulai darimana ku tulis apa yang ada dalam benakku sekarang. semua seakan terhenti begitu saja, membuntu tanpa bisa kujelaskan dengan hentakan jari-jari di atas keyboard laptop hitam ini.
aku tak pernah mengerti bila harus bercerita tentang kamu yang ada dalam pikiranku, yang selalu ada dalam otakku, dan yang selalu kutunggu meski kutahu itu salah satu tindakkan konyol yang tak seharusnya kulakukan.
bodoh ...
tidak..tidak aku tidaklah bodoh aku hanya terjebak dalam ruang dan waktu yang salah, aku hanya terdampar pada dimensi yanng tak nyata dan belum kutemukan jalan keluarnya, semuanya sangatlah asing namun tidak bagiku. aku masih tahu arah mana yang seharusnya kuikuti, aku masih bisa mamperkirakan seberapa jauh langkah yang harus ku jalani, meski aku bosan dan terkadang terpaku dengan hal tidak jelas yang kulakukan ini.
aku tak pernah mengenalmu namun aku selalu mengharapkanmu . . .
kekonyolan kedua yang kutulis dalam diary online ini, aku frontal. bukan bermaksud apa-apa namun entah mengapa begitulah kata yang mengalir kala jari-jariku menari mengetikkan cerita tentangmu yang tak pernah ku kenal.
aku tak pernah tahu dan begitu mengerti mengapa Tuhan mengirimkan hal sedemikian kepadaku, mengapa Ia senang dengan membuatku menanti seseorang yang kuharapkan namun tak pernah ku kenal, beginikah caraNya membuatku bahagia suatu hari nanti ?
seandainya ada kata yang bisa mewakili apa yang kurasakan kini selain kata "lelah" bahkan lebih dari itu.
untukmu yang tak pernah ku kenal ...
hei kamu bagaimana bisa kamu cuci otakku hingga kamu selalu hadir dalam isi kepalaku ini, mengalir dan terus mengalir tiada henti, meski begitu kamu tak pernah hilang. bahkan kamu tidak hanya menjadi bagian menyenangkan sekaligus menyusahkan bagiku namun kamu juga menjadi bagian yang melukai sekaligus mempermalukanku.
ya kamu yang membuatku mencari tahu jejak-jejak kecil yang bahkan nyaris tak dapat diendus, tak terlihat namun aku masih sanggup menemukannya.
kamu yang membuatku tersenyum namun juga pada saat yang sama membuatku mengangis, belum kenal saja sudah pandai mempermainkan perasaan orang ya :'
kamu yang semakin membuatku mengerti arti suatu penantian panjang, melelahkan ya ternyata. aku bahkan pernah memutuskan menyerah, namun entah mengapa semuanya kembali hadir menerjangku, memaksaku mengingat tentangmu lagi, membuatku harus membuang kemuakkan yang ku rasakan selama beberapa tahun ini.
haha, kamu juga mengajariku munafik rupanya yang ternyata satu paket dengan kekonyolan.
karena setiap kamu atau orang lain tanya siapa yang ada di hatiku ? aku pasti menjawab "tidak ada"
ssttt aku tidak berbohong, sungguh. memang tidak ada yang sedang mengisi hatiku ketika suatu pertanyaan mempermalukanku seperti itu terlontar dari mulutmu atau bahkan mereka.
kamu juga yang membuatku tahu akan arti risau tengah malam yang berteman lagu sendu, cukup menyenangkan melakukan kegiatan yang orang lain sebut "galau" namun kenyataan terbesar yang kurasakan adalah itu hal menyedihakan :"
ya, kamu yang kusebut "invisible" apakah kamu yang dinamakan cinta ?
yang selalu dinanti banyak orang. haha maaf aku terharu ;' aku tak tau apa yang seharusnya kulakukan jika kamu memang benar datang di hadapanku.
jika memang benar, aku hanya meminta pertanggung jawabanmu
aku minta kamu bertanggung jawab atas lelah dan bosan yang ku rasakan, atas semua kebohongan dan kemunafikan yang kamu ajarkan dan atas semua hal kecil hingga besar yang kamu tunjukkan hingga terekam jelas di dalam organ tubuhku yang tak dapat kujelaskan wujud dan fungsinya, semuanya yang telah terkontaminasi olehmu.
seseorang yang tak pernah ku tahu bagaimana wujudnya
seseorang yang tak pernah ku mengerti apa maunya
seseorang yang juga tak pernah ku paham dengan mendalam apa dan bagaimana hatinya
ketahuilah dan segera lihat aku yang sebenarnya memilih menjatuhkan diri lebih dahulu namun tonggak khayalanku begitu kuat menyanggaku untukmu.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar