Minggu, 12 Februari 2017

Memulai yang baru pada yang lama

Entah ini hari yang ke berapa aku mulai menanamkan mindset untuk berlari dan menjauh dari segala hal yang dilarang oleh Nya. Dan semakin hari terasa benar memang cukup sulit untuk bisa beradaptasi, adaptasi yang tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga pada lingkungan dimana kisah sehari-hari kita jalankan.
Bila benar ada pepatah "mendapatkannya cukup mudah mempertahankan yang sulit" sekarang aku merasakan sendiri bagaimana harus memulai segalanya dari awal di dalam tempat yang justru sama sekali tidak baru dan hal itu cukup menguras hati menurutku sih.
Setiap detik yang ditakutkan hanyalah "bagaimana bila salah?" atau "apakah aku benar?"
Yaa segala sesuatu tentu ada jalannya kan ya? sometimes penasaran bagaimana jika aku ambil jalan A atau B atau C atau yang lainnya.
Satu yang pasti janji Nya itu nyata kan iya kan? :)
Aku gatau apa yang aku lakukan itu bernilai seperti apa atau bagaimana yang aku tahu aku hanya ingin melakukan yang paling baik.
Semoga aku selalu bisa diingatkan dan menerima peringatan itu dengan hati yang lembut.
Bismillah.

12 Februari 2017

Kamis, 09 Februari 2017

Hari ini entahlah kenapa aku cuma ingin bicara..
Bukan tentang apa-apa hanya bicara dan di dengar
Entahlah hari ini begitu gemas sangat sangat sangat amat gemas...
Kapan aku akan menjadi biasamu?
Kapan aku akan menjadi pergi yang mungkin aku sendiri sesakkan
Maaf aku terlalu sesak sekarang, sampai entahlah apakah bisa nanti?
Seorang yang diam sedang ingin dimengerti
Sejujurnya ia tidak se'diam' itu
Balas salam nya jika nanti ia bertanya
Mengapa kamu disini?
Tarik pundaknya, dia tidak perlu kata dia hanya perlu rasa

Senin, 26 Desember 2016

21 tahun sudah aku bernafas, tidak ada yang salah atau yang benar selama ribuan jam aku hidup.
hingga pada titik ini aku aku mulai berpikir lebih jauh mengenai hidup, mengenai kehidupan orang lain, mengenai segala roman dan balada manusia bumi.
telah sampai aku berlalu pada masa aku tahu apa yang aku inginkan.

dan melalui ini aku hanya ingin menceritakan pandanganku, anganku, sebagian kecil dari jutaan waktu yang aku tahu.
pada masa-masa tertentu (mungkin seperti saat ini) aku tahu aku ingin pergi.
pergi menjauh sebentar dari manusia, dan hanya hidup dengan alam dan Tuhan.
bukan karena aku membenci manusia hanya saja aku butuh waktu untuk menerima.
aku membenci mereka? tentu saja, terkadang.
satu waktu betapa manusia adalah kekejian, makhluk Tuhan yang diciptakan paling sempurna itu menghancurkan segalanya...

mereka hidup tetapi sekaligus mati.

dan aku sangat muak dengan hal itu.

tiga tahun ini aku belajar.
bahwa memahami tidak bisa hanya satu sisi perlu dari utara selatan timur dan segala arah lain.

Selasa, 06 Desember 2016

seperti mata dan kamera, aku dan kamu...
melihat pada satu dengan warna yang berbeda tetapi sama
ya, kita sama dan ya, kita beda

kalau hari itu aku lebih bisa berpikir
dan kalau hari itu kamu bisa lebih mengerti untuk bertingkah
entahlah
mungkin sama saja ya

sampai bulan berganti aku tetap sama
dan kamu?

cara bicaramu, sikapku padamu, pikiran kita

semua masih terekam lewat mata, telinga, dan hati yang sudah setengah hangat ini

jika memang waktu itu adalah satu kesempatan untuk aku tahu...

sampai pada bulan-bulan yang berlalu itu,
aku tersenyum

sosok itu

dengan

sosok lain yang cukup mempesona

percayalah aku tahu sejak dulu
dan percayalah aku sempat sedikit tidak percaya juga

satu sikap yang masih aku jaga adalah meminta, selalu terutama ketika hampa

dan sampai pada hari yang berganti

aku tahu pintaku terlaksana, bahagia? tentu saja

sampai jumpa...
semoga kamu masih mengingatku, kita yang sangat lama
dan juga berbeda
juga kita yang tak bertegur sapa

nanti, beritahu pada dunia
ada sosok kecil yang pernah meminta untuk kamu.