Kamis, 29 Januari 2015

dear you ...
selamat ya selamat menyelesaikan kehidupan warna-warni sebagai pelajar
selamat karena sebentar lagi akan menyeberang ke pelangi yang lebih indah

aku tidak bermaksud mengucap maaf
aku memang tidak memberi selamat secara langsung kepada kamu kepada kalian kepada semuanya
namun semoga doa ku tersampai pada kamu pada kalian pula




setangkai mawar ah andai saja meskipun hanya setangkai bisa kusampaikan secara langsung tapi ya aku memang tidak bisa semoga kamu dan kalian mengerti, atau tidak pun tidak apa-apa ...

sebentar lagi giliranku, giliranku mengatur apa yang dulu kamu dan kalian atur. bisakah ?
aku senang meski masih terselip rasa yakin bahwa kamu kalian tak akan secepat ini.

haruskah selesai dengan cara yang tak sesederhana ini ???
tapi
ini sudah keputusan bukan ?
semoga suatu hari masih ada satu alasan yang membuat kamu atau kalian masih ingin tinggal, meski sebentar.




semoga kamu atau kalian ...
senantiasa sehat
senantiasa beruntung
senantiasa baik dan sebaik yang aku pikirkan :)

Minggu, 04 Januari 2015

bila bicara tentang rasa tentu tak akan ada habisnya.
terlalu banyak yang Ia ciptakan untuk kita rasakan satu per satu dan cukup banyak pula kata untuk dapat menjelaskannya.
ini bukan tentang siapa, apa, atau bagaimana bukan pula tentang waktu yang mundur atau maju
namun tentang para insan yang memiliki indera dalam dirinya masing-masing.

jika rasa dapat mengubah seseorang maka seseorang tersebut juga bisa mengubah rasa itu sendiri tinggal meraih dirinya mau atau tidak, niat atau tidak.

kadang kita terpetak-petak karena rasa yang berbeda, karena rasa yang dianggap tak selevel, dan karena rasa yang beraneka ragam.
namun karena rasa pula kita indah karena rasa ialah yang mengindahkan
tak habis pikir, bagaimana bila kita mati rasa. sebagian menganggap itu mengagumkan sebagian yang lain merasa itu abnormal.

lalu, rasa apakah kamu ?

Rabu, 17 Desember 2014

terserah
tetapi kota itu akan selalu bermakna manis
kalian tidak perlu tau
hanya aku yang akan menyimpannya
tersenyum terhadapnya
meski jauh
ataupun
sangat dekat

kamar, 2014

Minggu, 07 Desember 2014

november penuh cerita.
iya, mungkin kuali tak lagi ingin berdekatan dengan api meski hangat senantiasa teringat namun kobar demi kobar tetap saja lelah membakar
aku iri dengan embun, entah panas entah hujan namun ia selalu membawa sejuk untuk pagi tanpa kata tanpa suara
beningnya mengaliri setiap teguk angin, diamnya hanya teresap sesap dan terisap
tak ada yang tau bagaimana rasanya menjadi ia

sayup sayup sendu melolongkan hati yang ingin dimengerti
tidakkah kamu perhatikan awan putih bergelombang ? dibaliknya tersingkap rindu yang selalu mengadu namun selalu tak terdengar
tenggelam dalam hingar bingar

kadang
tebing menjadi obat bagi sepi, namun ia hanya berani melihat jurang pada tepi
kadang
laut menjadi pelumat sedih yang akut, namun ia hanya mampu meniti tumpu

langkah-langkah kecil tak jarang harus tergerus dalam perayaan
baginya bukan ini baginya bukan itu hanya ia tidak tau
lebah membutuhkan sarangya, berlari pada kesengajaan berteriak pada keegoisan
kemana jinak yang dulu melekat kini haruskah meliar hebat ?

Selasa, 02 Desember 2014

semburat jingga menenggelamkan tangisku
tidak ada lagi alasanku untuk rindu
awan putih bersemu mendung
dengan kilat-kilat perak yang mendukung
tanpa tahu siapa dan apa yang mengaduh
tanpa tahu siapa dan apa yang teraduh

pernah kita paksakan untuk menjenguk jingga bersama
tapi itu belum pernah ada
carut marut kehidupan membawa kita bukan dengan terpaksa
hanya sedikit memaksa

kamu, aku, kita, kalian bukanlah korban
namun penyokong dari segala perputaran

pikirlah, pikirlah sebentar
ini bukan tentang hidup
bukan pula tentang drama
namun tentang pagi yang akan dijalankan oleh siapa
tentang siang yang akan menjadi apa
tentang sore yang akan tertawa bagaimana
dan tetang malam yang terlelap dimana

sempat, sempatkan sebentar