Minggu, 12 Oktober 2014

hello autumn

halo selamat malam :) apa kabar kalian ?
lama tak menggoreskan penaku disini
malam-malam begini sambil ditemani dendangan lagu "sepatu" nya Tulus di radio agaknya semakin jelas membenarkan gambar-gambar di otakku yang terlihat "kabur" sebelumnya.
masih sangat jelas bagaimana ketika itu kamu memutar lagu itu lalu menyanyikannya di depanku

tidak..tidak..

aku tidak ingin berkata bahwa lagu ini milikmu
aku juga tidak ingin merasakan bahwa lagu ini selalu mengingatkanku kepada kamu

oh, okay aku akui opini ku yang kedua . . .

aku sudah cukup lama merasakan sendiri bukan ?
sekarang kita terpisah, cukup jauh bahkan
ini rasaku saja atau kamu juga ?

aku ingat pasca kejadian di hari-hari yang telah lalu

aku ingat bagaimana sosokmu selalu bersikap

tapi tidak untuk hari ini
kini kita sudah terhempas cukup jauh satu sama lain

namun . . .

aku bisa apa ? bahkan untuk bangkit dan menolehkan kepala ke arahmu saja aku butuh waktu
tetapi percayalah selalu ada untaian nada yang terselip untuk kamu dimanapun kamu berada

seandainya bisa aku ingin mencairkan kutub-kutub diantara kita semua

memercikan airnya lalu tertawa bersama sepuasnya sampai kita lupa bahwa kita akan melanjutkan perjalanan bersama

menikmati cipratannya lalu berkata "kita benar dan akan selalu benar" sampai kita lupa bahwa kesalahan lalu pernah kita lakukan

kamu orang yang bijak, namun alangkah lebih bijak bila kata-kata bijakmu bukan hanya sekedar kata-kata bijak yang kamu lantunkan kesana kemari
aku percaya, sejauh apapun kamu sedalam apapun dirimu akan selalu ada kebaikan yang terselip di dalamnya andai saja kamu bisa melihat, lihat dan selami dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum kamu menyelami orang lain, autumn

Minggu, 05 Oktober 2014

hanya Allah yang tahu siapa orang yang benar-benar menyakitiku

hanya Allah yang tahu siapa orang yang benar-benar mengasihiku

semua yang aku rasakan . . .
sedih, senang, atau bahkan sakit hati sekalipun
aku tidak pernah paham siapa yang membuatnya

yang aku tau, aku hanya berproses dan segala yang aku rasakan akan memiliki makna serta akhir

sedari dulu, maaf bila aku yang malah menyakiti kamu

sedari dulu, maaf bila aku belum sempat mengucapkannya secara langsung

aku tau kamu tidak pernah bermaksud membuatku sakit hati sekalipun aku pernah memaki namamu di depan orang lain

hanya melalui isyarat dan doa lah aku kirimkan segala yang ku maksudkan

semoga kamu mengerti

semoga kamu memahami

maaf pula dari aku yang belum tau cara yang benar untuk memahami

semoga Allah melindungi kamu, lisanmu, pemikiranmu, sikapmu, dan hatimu

saya tidak akan pernah tau ada yang mengirimkan ini dan
membacanya bila amplop itu tidak saya cari. Alhamdulillah

Rabu, 01 Oktober 2014

selamat siang . . .
mari bersyukur terlebih dahulu untuk yang kemarin, hari ini, dan esok hari
terimakasih pada segala proses yang telah menjadikan kami khusunya saya seperti ini
tentu sejauh apapun itu saya akan selalu ingat, mencoba mengingat, dan belajar, dan mencoba belajar

sungguh telah menjadi hal yang biasa
yang saya selalu percaya adalah "after a huricane comes a rainbow"
karena segalanya itu berbutar karena segalanya itu seimbang
dan akan selalu datang hal yang lebih baik dari sebuah kepergian

sebenarnya mungkin masih terlalu cepat bila membicarakan akhir
namun kita tak memungkiri hal itu, bukan ?
sebenarnya saya juga tidak pernah ingin mengingatnya
sebenarnya karena saya tahu akan seperti apa saya nantinya
namun kita tak ada yang bisa mengingkari bahwa terkadang waktu bergulir terasa cepat
saya bisa apa ?
saya harus bagaimana ?
sedang segala hal-hal baru ini juga masih belum terpecahkan

saya menyayngi kamu
begitupun kamu terhadap saya
hanya entah mengapa terkadang saya merasa sangat aneh
dan entah kamu

cepat kembali
masih banyak hal yang harus kamu jelaskan kepada saya
sedang saya mencari tau kebenarannya

sampai jumpa di waktu itu nanti

Jumat, 26 September 2014

septemberku yang dulu

ini september kedua sejak september pertama kala itu
entah bagaimana hingga detik ini aku masih dan akan selalu bersyukur dengan yang aku rasakan
setiap proses adalah belajar dan setiap belajar adalah proses
pada suatu awal aku hanya bisa menerka-nerka dan berandai-andai tinggi sekali namun seiring detik bergumam terkaan itu berubah menjadi nyata. nyata yang memang bisa ku sentuh meski hanya permukaanna saja.

jalanku masih panjang pun kamu
akankah kita ada di hilir yang sama ?
setiap sikap dan sifat yang menyelimuti kita memberikan cerita tersendiri untukku mungkin kamu juga

september hampir usai namun sepertinya aku tak pernah selesai
entah kamu juga atau tidak namun sepertinya tidak, ah entahlah

diary kecil ini sudah hampir terisi kamu kamu dan kamu
entah kapan aku akan merasa bosan dengan ini semua

september itu . . .
ketika aku masih bukan menjadi apa-apa
ketika kamu baru menjadi penerus generasi yang telah lalu

dan

september kini . . .
ketika aku telah banyak belajar dari berbagai persoalan
ketika kamu mulai sibuk, mempersiapkan detik akhir disini
perlahan aku tau bahwa
seseorang yang merasa paling kesakitan di awal akan menjadi yang paling kehilangan di akhir

bahkan aku belum mengucapkan maaf dan terimakasih
bahkan aku belum menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi
bahkan aku belum mendengarkan penjelasanmu
dan bahkan aku belum menjelaskan agar kamu tetap tinggal

september kini . . .
ketika kamu semakin dikenal
ketika kamu telah hampir memiliki segalanya
aku sering rindu saat-saat kamu menjadi sosok yang sederhana
melepas segala tahta luar biasa yang menempel di dirimu
maaf bila segalanya hanya bisa ku tahan
aku hanya takut kamu tak ingin mendengar

semoga Allah melindungi kamu

Senin, 15 September 2014

sebelumnya mohon maaf Allah bila aku terlihat mengeluh

aku lelah sangat lelah. aku lelah tidak mampu lagi menjadi diriku sendiri bahkan dihadapan orang-orang yang mengenalku dengan dalam
aku lelah berpura-pura dan menipu diriku sendiri
aku lelah untuk tidak menjadi apa yang seharusnya ku inginkan
terlalu banyak celoteh sana-sini tapi tidak satupun yang dapat aku terima dengan adanya diriku
tuntutan profesi ? terlalu berlebihan !

bahkan sangat melelahkan jika harus berpura-pura di hadapan kamu
saya tau saya tidak pernah meminta yang seperti ini hadir dalam saya
saya sayang diri saya sendiri
cukup sayang

Allah, maafkan kami
izinkanlah kami mencerna lebih dalam dan lebih rendah hati dari sebelumnya