lama tak menggoreskan penaku disini
malam-malam begini sambil ditemani dendangan lagu "sepatu" nya Tulus di radio agaknya semakin jelas membenarkan gambar-gambar di otakku yang terlihat "kabur" sebelumnya.
masih sangat jelas bagaimana ketika itu kamu memutar lagu itu lalu menyanyikannya di depanku
tidak..tidak..
aku tidak ingin berkata bahwa lagu ini milikmu
aku juga tidak ingin merasakan bahwa lagu ini selalu mengingatkanku kepada kamu
oh, okay aku akui opini ku yang kedua . . .
aku sudah cukup lama merasakan sendiri bukan ?
sekarang kita terpisah, cukup jauh bahkan
ini rasaku saja atau kamu juga ?
aku ingat pasca kejadian di hari-hari yang telah lalu
aku ingat bagaimana sosokmu selalu bersikap
tapi tidak untuk hari ini
kini kita sudah terhempas cukup jauh satu sama lain
namun . . .
aku bisa apa ? bahkan untuk bangkit dan menolehkan kepala ke arahmu saja aku butuh waktu
tetapi percayalah selalu ada untaian nada yang terselip untuk kamu dimanapun kamu berada
seandainya bisa aku ingin mencairkan kutub-kutub diantara kita semua
memercikan airnya lalu tertawa bersama sepuasnya sampai kita lupa bahwa kita akan melanjutkan perjalanan bersama
menikmati cipratannya lalu berkata "kita benar dan akan selalu benar" sampai kita lupa bahwa kesalahan lalu pernah kita lakukan
kamu orang yang bijak, namun alangkah lebih bijak bila kata-kata bijakmu bukan hanya sekedar kata-kata bijak yang kamu lantunkan kesana kemari
aku percaya, sejauh apapun kamu sedalam apapun dirimu akan selalu ada kebaikan yang terselip di dalamnya andai saja kamu bisa melihat, lihat dan selami dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum kamu menyelami orang lain, autumn
