Senin, 28 Oktober 2013

ketika kamu tahu kamu mulai menyayangi kakak kelasmu
ketika kamu tahu kamu tidak dapat melakukan apapun
ketika kamu tahu itu semua hanya karena suatu keadaan bernama "OSPEK"

Minggu, 13 Oktober 2013

selamat pagi everybody :)
long long time no see ya all. do you miss me ? it should be big yesss :D
wanna share something
ada seorang anak perempuan ia bernama Kanya ia adalah sosok yang sangat kuat, tangguh, dan penuh senyuman.
suatu hari Kanya sedang bermain namun ia sedang kelelahan sehingga ia memutuskan untuk beristirahat di tepi taman sambil memandangi teman-temannya yang lain lalu tak berapa lama ada seorang anak laki-laki, ia menghampiri Kanya dan dengan tatapan nanar ia mengulurkan tangan dihadapan Kanya.
"siapa namamu ?"
Kanya kebingungan, sebenarnya ia tahu siapa sosok yang ada di depannya tapi hanya sekedar tahu.
"Kanya ..." begitulah kata Kanya dengan kebingungan.
"kenapa kamu sendirian disini ? kenapa tidak bermain bersama yang lainnya ?"
Kanya pun menjelaskan apa yang terjadi padanya, kini mereka berbincang cukup lama adapun tawa disela-sela mereka dan disela waktu itu pula Kanya menatap mata anak laki-laki itu, ia suka dengan mata anak laki-laki itu warnanya cokelat muda dan bersinar, Kanya tersenyum melihatnya namun anak laki-laki itu tidak tahu bila Kanya memperhatikannya begitu dalam.
waktu berlalu, Kanya semakin tahu siapa anak laki-laki itu.
Kanya ingat percakapan kecil diantara dia dan anak laki-laki itu tempo hari, percakapan kecil yang sangat berkesan bagi Kanya, ia merindukan percakapan itu entah kenapa.
hari berganti semakin lama Kanya sering merindukan anak laki-laki itu tapi anak laki-laki itu tidak pernah tau.
suatu hari Kanya mendengar bahwa anak laki-laki itu akan pergi keluar negeri, Kanya bingung karena hingga detik ini ia masih merindukan anak itu padahal ia tahu tidak seharusnya ia berbuat demikian tidak seharusnya Kanya merindukan anak laki-laki itu apalagi menangisinya.

benar saja, dua hari lagi adalah hari keberangkatan anak laki-laki itu ke luar negeri dan tidak ada yang tahu pasti berapa lama ia akan pergi, Kanya menangis selama beberapa jam di kamarnya. Kanya sudah keluar dari kamarnya, matanya bengkak tapi ia tutupi dengan kacamata hitam.
dalam hati Kanya sangat sedih tapi ia selalu menyembunyikan apa yang ia rasakan, Kanya selalu berusaha terlihat kuat, tangguh, dan penuh senyuman di hadapan semua orang meski ia tahu ia sedang terluka amat dalam.

"Kanya..."
ketika itu Kanya sedang mematung di depan bandara hingga ada yang memanggil namanya dan Kanya pun menoleh mengikuti arah suara itu.
"kamu..."

***
to be continue


Rabu, 11 September 2013